Warung Bebas
Showing posts with label asi. Show all posts
Showing posts with label asi. Show all posts

Sunday, 26 June 2016

Fakta Tentang Peran ASI Bagi Kesehatan Bayi

• Bayi yang diberi ASI, 17 kali lebih jarang menderita pneumonia atau radang paru-paru. (Cesar 1999)

• Bayi yang diberi ASI lebih terlindungi dari penyakit sepsis atau infeksi dalam darah yang menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh hingga kematian. (Ashraf 1991, Patel 2013)

• Waktu menyusui yang lebih panjang dapat melindungi bayi dan anak dari asma atau mengurangi terjadinya serangan asma pada anak kecil. Resiko menderita asma meningkat bila pemberian ASI eksklusif dihentikan sebelum 4 bulan. (Kull 2004, Bener 2007)

• Menyusui dengan waktu yang lebih panjang (lebih dari 6 bulan) dapat melindungi bayi dan anak dari penyakit rhinitis alergi. (Ehlayel 2008)

Artikel Terkait : Seribu Hari Pertumbuhan Yang Menentukan

• Resiko dirawatnya bayi yang disusui eksklusif selama 4 bulan karena penyakit saluran pernafasan, 3 kali lebih jarang daripada bayi yang diberikan susu formula. (Bachrach 2003)

• Bayi yang diberi ASI eksklusif, 25 kali lebih jarang menderita diare fatal atau menyebabkan kematian. (Huffman 1990)

• Prosentase bayi dirawat di rumah sakit karena diare dapat dicegah sebesar 53% setiap bulannya dengan memberikan ASI eksklusif. (Quigley 2007)

• Bayi yang diberi ASI selama 6 bulan atau lebih menderita kanker (leukimia, limfoma maligna) lebih jarang. (Martin 2005, Bener 2001)

• Pemberian ASI mengurangi resiko diabetes atau kencing manis. (Owen 2006)

• Bayi yang diberi ASI eksklusif lebih terlindungi dari penyakit infeksi telinga tengah. (Sabirov 2009)

• Bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah yang mendapat ASI secara eksklusif dapat terhindar dari ROP/Retinopathy of Prematurity. (Manzoni 2013)

• Pemberian ASI eksklusif selama 3-5 bulan mengurangi resiko obesitas atau kegemukan sebesar 35% pada masa datang (usia 5-6 tahun). (Carol 2003)

• Pemberian ASI mengurangi resiko bayi kekurangan gizi. (Pediatrics 115, 2005)

• Pemberian ASI mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. (Owen, 2002)

• Bayi yang menerima susu formula memiliki konsentrasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang lebih tinggi dan HDL (kolesterol baik) yang lebih rendah.
LDL tinggi merupakan salah satu faktor resiko penyakit kardiovaskular. (Owen 2002)

• Bayi prematur yang menerima ASI memiliki tekanan darah yang lebih rendah 13-16 tahun kemudian dibandingkan bayi prematur yang menerima susu formula. (Singhal 2001)

• Penyakit Necrotizing Enterocolitis/NEC (infeksi dan peradangan yang menyebabkan kerusakan usus atau bagian dari usus) yang umum diderita bayi prematur dan sering menyebabkan kematian dapat dicegah dengan pemberian ASI. (Gephart 2012)

• ASI melindungi bayi dari celiac disease/kelainan autoimun ketika penderita mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, akan terjadi kerusakan usus halus. (Ivarsson 2002, Akobeng 2006)

• ASI mengurangi resiko bayi terkena infeksi dai bubuk susu formula yang tercemar (misalnya terhindar dari bakteri E.Sakazakii). (Hunter 2008)

• Menyusui mengurangi resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) sebesar 50%. (Vennemann 2009)

• ASI mencegah kerusakan gigi, misalnya gigi keropos dan maloklusi/kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut/rahang. (Agarwal 2012, Labbok 1987)

Keunggulan ASI lainnya, antara lain:

a. Selalu tersedia dalam keadaan bersih dari payudara ibu.

b. Selalu tersedia kapan pun dan dengan suhu yang tepat.

c. Mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.

d. Dapat membantu perkembangan gigi dan rahang bayi karena bayi mengisap ASI dari payudara.

e. Kontak kulit dengan kulit (skin to skin contact) antara bayi dan ibu saat menyusui menciptakan kedekatan atau ikatan, serta perkembangan psikomotorik dan sosial yang lebih baik.

Ternyata Ini Manfaat Menyusui Bagi Ibu, tante-tante wajib tahu !!

Berbagai penelitian mendukung bukti bahwa terdapat sedikitnya 14 manfaat menyusui bagi ibu, baik secara fisik maupun emosional. Sayangnya, sebagian besar tidak mengetahui apa saja manfaat menyusui bagi ibu sehingga mereka kurang menikmati menyusui dan terpaksa menyusui atau memberikan ASI hanya agar bayi mereka sehat.

Menyusui dapat memberi manfaat bagi kesehatan fisik dan psikologis ibu, baik jangka pendek maupun jangka panjang.Berikut penjelasan tentang 14 manfaat menyusui bagi ibu.



14 Manfaat Menyusui Bagi Ibu

1. Mengurangi pendarahan pasca melahirkan. (Sobhy 2004)
Ibu yang segera menyusui (melakukan IMD) setelah bersalin akan lebih mudah pulih dibandingkan ibu yang tidak segera menyusui.

2. Mempercepat bentuk rahim kembali ke keadaan sebelum hamil. (Holdcroft 2003)
Isapan bayi saat menyusui membuat tubuh ibu melepaskan hormon oksitosin yang kemudian menstimulasi kontraksi rahim ibu pada kondisi sebelum hamil.

3. Mengurangi resiko terkena kanker payudara, kanker indung telur (ovarium), dan kanker endometrium. (Awatef 2010, Jordan 2012, Newcomb 2000)
Menyusui dapat menekan produksi hormon estrogen berlebih yang bertanggung jawab terhadap perkembangan kanker payudara, kanker indung telur, dan kanker endometrium.


4. Mengurangi resiko terkena penyakit diabetes tipe 2. (Erica 2008)
Penelitian yang dilakukan oleh Lie, Jorm, dan Banks menemukan bahwa resiko menderita penyakit diabetes tipe 2 meningkat 50% pada ibu yang tidak menyusui.

5. Mengurangi resiko terkena keropos tulang/osteoporosis. (Chantry 2004)
Bukti penelitian menyatakan bahwa wanita menyusui beresiko rendah menderita keropos tulang.

6. Mengurangi resiko terkena rheumatoid arthritis. (Karlson 2004)
Rheumatoid arthritis adalah peradangan kronis pada sendi kedua sisi tubuh seperti tangan, kaki, lutut, dan organ-organ lain seperti kulit, mata, dan paru-paru. Rheumatoid arthritis merupakan kelainan autoimun. Penelitian yang melibatkan lebih dari 7.000 ibu di China menemukan bahwa menyusui dalam jangka panjang mengurangi resiko menderita rheumatoid arthritis hingga 50%.

7. Menjadi metode kontrasepsi yang paling aman dan efektif. (Vekemans 1997)
Menyusui menjadi metode kontrasepsi yang paling aman dan efektif, yaitu sebesar 98% bila seorang ibu menyusui eksklusif selama 6 bulan dan belum mendapatkan menstruasi yang pertama kali setelah nifas.

8. Mengurangi resiko kegemukan (obesitas) dan lebih cepat mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil. (Baker 2008)
Menyusui secara eksklusif dapat menghabiskan 500 kalori per hari (setara dengan kegiatan berenang 30 putaran atau bersepeda menanjak selama sejam) sehingga berat badan ibu turun secara alami. Apalagi bila ibu tersebut menyusui secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan minimal hingga bayi berusia 1 tahun.

9. Mengurangi stres dan kegelisahan. (Mezzacappa 2002)
Saat bayi mengisap dan kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu, hormon prolaktin dilepaskan dari tubuh ibu dab membuat tenang serta rileks.

10. Mengurangi resiko ibu menderita depresi pasca persalinan (post partum depression). (Kendall 2007)
Hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui menciptakan kuatnya ikatan kasih sayang, kedekatan dengan bayi, dan ketenangan.

11. Mengurangi resiko tekanan darah tinggi (hipertensi) pada masa datang. (American Journal of Epidemiology 2011)
Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dengan sampel lebih dari 50.000 ibu, menemukan bahwa ibu yang menyusui eksklusif selama 6 bulan memiliki resiko lebih kecil menderita hipertensi pada masa datang.

12. Mengurangi tindakan kekerasan ibu pada anak. (Strathern 2009)
Pernyataan tersebut didukung kuat dengan bukti penelitian terhadap 5.890 ibu selama 15 tahun.

13. Mengurangi resiko ibu menderita Anemia Defisiensi Besi (ADB). (Dermer 2001)
Jumlah zat besi yang digunakan tubuh ibu untuk memproduksi ASI jauh lebih sedikit dibandingkan zat besi yang hilang dari tubuh ibu akibat pendarahan (nifas maupun menstruasi).

14. Memudahkan ibu.
Dengan menyusui, ibu tidak perlu repot menyiapkan botol, membeli susu formula, menyiapkan susu formula, dan lain-lain.